Trading Forex dengan Modal “Mepet”, Bisakah?

Modal “mepet” belum tentu tidak bisa lakukan trading lagi. Dikutip dari situs forexIMF.com, justru modal “mepet” bakal mempengaruhi mindset agar lebih berhati-hati dalam bertindak agar modal tersebut tidak benar-benar hilang total. Strategi trading dengan modal “mepet” silakan cari tahu lebih lanjut di bawah 😀

Trading forex modal minim

Trading forex bisa dibilang sebagai bisnis mengingat memerlukan modal untuk bisa menjalankannya. Minimal harus memiliki dana lebih kurang $100 baru bisa trading. Untuk seukuran bisnis sekelas forex yang mampu menawarkan keuntungan tinggi, modal tersebut bisa dibilang kecil. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa modal tersebut bisa didongkrak oleh trader dengan menggunakan leverage. Besar kecilnya leverage yang diberikan pialang forex tergantung pada akun riil apa yang dipilih trader, nano, mikro, atau standar? Bicara mengenai modal forex, sejatinya modal forex lama-kelamaan bakal menipis jika melulu rugi setiap trade. Kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Apakah bisa lanjut trade dengan modal “mepet”? Bisa asal ada strategi yang tepat sehingga tidak membuat modal hilang total. Caranya?

Gunakan pasangan mata uang dengan kriteria pelan

Ketika modal trading “mepet” sebaiknya jangan terlalu fokus mendapatkan keuntungan yang teramat tinggi, jauh lebih baik pikirkan strategi agar tetap bisa trading dengan keuntungan konsisten dengan posisi modal tetap aman.

Untuk bisa trading forex, diperlukan adanya pasangan mata uang. Pasangan mata uang sejatinya memiliki beragam karakteristik. Disarankan untuk menggunakan pasangan mata uang dengan karakter yang pelan ketika Anda memiliki modal trading yang “mepet”. Asumsinya, pasangan mata uang dengan karakter yang pelan lebih minim resiko dibanding yang agresif meski potensi keuntungan yang bakal didapat terbilang tipis. Strategi ini dirasa cukup aman untuk menjaga keberadaan modal yang menghawatirkan jumlahnya. Adapun beberapa pasangan mata uang yang dikenal memiliki karakter pelan sebagai berikut: EUR/USD, USD/CHF, AUD/USD, dan kunjungi fan page FOREXimf Indonesia untuk menemukan pasangan mata uang lainnya.

Pastikan buka posisi pada waktu yang tepat

Buka posisi berarti membuka potensi keuntungan dalam forex. Namun, harus penuh pertimbangan karena jika salah justru jadi pemicu kerugian.

Untuk bisa membuka peluang keuntungan dalam trading forex, Anda harus membuka posisi dengan membeli lot transaksi. Dalam hal ini, pastikan membuka posisi pada waktu yang tepat. Apalagi mengingat modal trading yang menipis. Jangan sampai pola pikir yang salah membuat Anda asal-asalan buka posisi. Untuk mengetahui tepat tidaknya buka posisi trading, Anda dituntut melakukan analisa teknikal salah satunya memanfaatkan garis support & resistance. Garis support, menghubungkan dua ujung lembah (harga terendah), sedangkan resistance menghubungkan dua ujung puncak (harga tertinggi). Apabila harga telah berada di puncak tertinggi, segera lakukan sell karena besar kemungkinan harga bakal turun. Apabila harga melewati garis support bisa buka posisi karena diperkirakan harga bakal naik. Baca lebih lanjut strategi sebelum buka posisi trading di artikel sebelumnya 😀

Pikirkan lagi untuk membuka banyak posisi

Sesuai dengan yang dibahas pada poin kedua kalau keuntungan forex bisa didapatkan dengan membuka posisi. Inilah yang membentuk mindset bahwa semakin banyak buka posisi berarti semakin memperbesar peluang mendapatkan keuntungan forex. Padahal, beriringan dengan keputusan tersebut resiko trading bakal berkali lipat lebih besar. Kalau Anda punya modal yang “mepet”, membuka banyak posisi sangat tidak dianjurkan. Meski telah memasang stop loss, kehilangan modal total besar kemungkinan tidak dapat dihindari. Kalau sudah begitu, Anda harus menambah modal pada akun trading agar bisa lakukan trading lagi.

Berita harian seputar trading foreign exchange di sini bakal membantu Anda trading khususnya saat akan buka posisi, so jangan lupa di baca ya 😀