Manajemen Keuangan dalam Berdagang Valas

Tak sedikit orang yang sangat antusias untuk berdagang valas, tapi mengabaikan manajemen keuangan. Padahal, manajemen keuangan yang apik berpeluang meningkatkan modal trading serta mencegah kerugian “menggerogoti” modal hingga habis total.

manajemen keuangan forex

Ingin mempertahankan kekayaan yang dimiliki? Tertarik untuk mengembangkan pendapatan? Berdagang valas, salah satu upaya untuk mempertahankan kekayaan dari gerusan inflasi sekaligus bisa mengembangkan pendapatan melalui pergerakan harga valas yang sangat fluktuatif. Sama halnya dengan bisnis pada umumnya, berdagang valas pun perlu manajemen keuangan yang apik dari pelakunya. Manajemen keuangan yang apik dapat membuat bisnis punya umur yang panjang sehingga masih tetap memberikan keuntungan yang konsisten. Bagaimana manajemen keuangan dalam berdagang valas?

Gunakan leverage

Dalam dunia valas, ada istilah leverage. Leverage memungkinkan seseorang melakukan transaksi valas dalam modal yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk bisa melakukan transaksi valas sebesar $10,000 modal yang diperlukan hanya sebesar $100 saja dengan leverage 1:100. Hanya saja, harap hati-hati karena leverage ini juga bisa memicu kerugian yang sangat besar, apalagi jika melakukan transaksi tanpa pertimbangan yang jelas.

Ilustrasinya, memiliki modal $10,000 di akun, lalu membuka posisi 1 lot standar dengan harga $100,000 dengan alasan dapat memperoleh keuntungan yang lebih cepat melalui pergerakan pip (desimal kelima atau ketiga tergantung dari pasangan mata uang yang dipilih) yang signifikan. Dalam kondisi ini, artinya resiko kerugian yang bakal didapatkan 10 kali lebih besar. Kalau ternyata posisi merugi, kerugian jelas tidak bisa dihindari. Untuk itu, meski modal sudah didongkrak dengan leverage bukan berarti harus seenaknya melakukan transaksi. Sejatinya, setiap tindakan akan ada dampaknya.

Tentukan resiko per trade & resiko maksimum

Dalam berdagang valas, kerugian bisa dipastikan tidak bisa dihindari terutama bagi mereka pemula. Kendatipun demikian, kerugian bisa diminimalisir sehingga tidak lantas membuat modal hilang total. Bagaimana caranya? Dengan menentukan resiko per trade & resiko maksimum sebelum berdagang valas. Resiko per trade merupakan resiko yang berpotensi bakal didapatkan tiap-tiap melakukan transaksi. Resiko maksimum merupakan resiko tertinggi yang mengharuskan berhenti berdagang valas jika sudah mencapai batas yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, modal yang dimiliki sebesar $20,000 (semula $200, didongkrak karena leverage 1:100), resiko per trade adalah 5% atau $1,000 (tidak boleh lebih dari ini), dan resiko maksimum bisa setengah dari modal yakni $10,000. Seandainya transaksi pertama mengalami kerugian berarti modal tersisa $19,000, resiko per trade berarti $950. Demikian seterusnya strategi pembatasan resiko per trade, 5% dikalikan dengan modal tersisa. Ketika kerugian mencapai 50% dari modal awal, sepatunya tidak memaksakan diri untuk lanjut berdagang valas. Berhenti & lakukan evaluasi, kemudian baru ubah strategi. Dalam hal ini, diperlukan penetapan stop loss sehingga sistem akan lepas atau terjual ketika harga lewat dari batasan yang telah ditetapkan.

Pasar valas bisa berubah signifikan dalam waktu singkat bahkan bisa dikatakan sangat “liar”. Jika tidak tahu strategi menghadapinya, bisa-bisa kewalahan & siap-siap menerima resiko kerugian. Membuat trading plan, salah satu upaya menghadapi pasar valas yang sangat dinamis. Trading plan akan melindungi diri rasa panik & emosi sehingga membuat keputusan yang gegabah. Di dalam trading plan, termasuk di dalamnya manajemen keuangan dalam berdagang valas. Kiat-kiat membuat trading plan: buat serinci mungkin (misalnya tentang resiko per trade, resiko maksimum, dll) & lakukan backup plan (menyusun kembali rencana).