Sebelum Membuka Posisi Trading, Lakukan Ini!

Membuka Posisi Trading

Bukan rahasia lagi kalau trading forex menawarkan keuntungan menjanjikan bagi para tradernya. Hanya dalam waktu singkat keuntungan tersebut bisa didapatkan baik ketika harga sedang naik maupun ketika harga sedang turun. Untuk membuka peluang keuntungan tersebut, trader harus membuka posisi trading dengan lot transaksi yang mesti disesuaikan. Besarnya lot transaksi harus bertolak pada kemampuan & jumlah modal yang dimiliki (meski modal didongkrak dengan leverage, bukan berarti seenaknya buka posisi trading dengan jumlah lot transaksi yang besar karena tawaran resiko pun bakal berkali lipat lebih besar) bukan hanya dari jenis riil akun yang telah dibuat. Buka posisi trading yang asal-asalan, boleh jadi bakal menjadi sumber kegagalan trading. Lakukan ini sebelum membuka posisi trading.

Kembalikan pada tren   

Bagaimana tren forex saat ini? Uptrend, downtrend, atau justru sideway? Hal ini penting diketahui sebelum memutuskan untuk membuka posisi trading agar dapat mempercepat meraih profit & mencegah hal-hal yang dapat merugikan. Ketika tren cenderung naik atau uptrend, buka posisi trading dirasa menjadi keputusan yang sangat tepat. Kalau tren cenderung turun atau downtrend, disarankan bersabar untuk buka posisi. Begitu pula saat tren sedang tidak naik atau turun (sideway), sebaiknya tidak buka posisi sebelum ada indikator uptrend. Untuk mempermudah dalam mengenali tren, ada beberapa indikator yang bisa dipergunakan trader di antaranya:

  • Moving average. Moving Average adalah indikator yang menampilkan nilai rata-rata harga untuk periode tertentu. Uptrend bakal terjadi jika grafik melewati garis Moving Average dari bawah dan downtrend bakal terjadi jika grafik melewati garis Moving Average dari atas. Ketika menggunakan indikator ini, tidak disarankan membuka posisi berlawanan dengan arah tren dan tidak cocok untuk tren sideway.
  • Relative Strength Index (RSI). Indikator ini diperkenalkan oleh J. Welles Wilder, Jr sekitar 37 tahun yang lalu. Dalam indikator ini, aturan mainnya overbought terjadi saat RSI di atas 70 & oversold di bawah 30. RSI tidak cocok digunakan untuk trader agresif. Berbeda dengan moving average, RSI justru cocok untuk tren sideway.

Pertimbangkan hasil analisa      

Analisa sangat penting dilakukan oleh trader. Hasil analisa bisa menjadi dasar penentuan keputusan apakah akan buka posisi atau tidak. Pada dasarnya, ada 2 teknik analisa dalam trading forex yakni analisa teknikal & fundamental. Analisa teknikal menitikberatkan pada indikator seperti MA, RSI, Stochastic Oscilato, Andrews’ Pitchfork, dsb sedangkan analisa teknikal berurusan dengan berita-berita tentang suatu negara di mana mata uangnya menjadi pemain dalam forex. Berita-berita tersebut misalnya tentang kondisi keuangan, inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, tingkat pengangguran, kondisi politik, dll. Hasil analisa teknikal menunjukkan bahwa pasar akan bergerak naik, buka posisi boleh dilakukan dan sebaliknya. Jika hasil analisa fundamental menunjukkan bahwa ada suatu kondisi di mata salah satu mata uang akan uptrend, buka posisi bisa dilakukan dan sebaliknya. Keakuratan hasil analisa teknikal ditentukan oleh kemampuan dalam analisa & kesesuaian indikator dengan tren. Untuk hasil analisa fundamental, keakuratannya didasarkan oleh sumber berita yang terpercaya & ter-update.

Pahami resiko yang bakal didapat    

Sebelum membuka posisi, sebaiknya pahami besar kecil resiko yang bakal didapat. Tujuannya, pertama agar tidak stres ketika menghadapi resiko tersebut dan kedua agar bisa mencari solusi untuk meminimalisir resiko tersebut. Seperti halnya ketika buka posisi dengan lot transaksi yang besar. Memang ini bakal membuka peluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar sehingga bisa menambah modal. Akan tetapi, resiko tinggi pun akan mengiringinya. Parahnya, resiko tersebut membuat modal hilang total. Untuk meminimalisir resiko tersebut, langkah yang bisa diambil adalah dengan menetapkan resiko per transaksi hingga resiko maksimum. Manfaatkan stop loss dalam hal ini. Catatan, kerugian pada posisi pertama menjadi hal yang wajar terjadi & bisa dilanjutkan dengan buka posisi kedua. Jika kerugian telah mencapai batas maksimum, sebaiknya berhenti dahulu untuk mengevaluasi & merombak strategi.